Showing posts with label bali. Show all posts
Showing posts with label bali. Show all posts

Perumpamaan yang berkaitan dengan kucing di bali

Kucing adalah binatang yang dikeramatkan di Bali. Kalau ada seseorang yang nabrak kucing dijalanan, sudah bisa dipastikan bahwa kendaraan beserta orang yang nabrak akan beruntun terkena sial. Biasanya setelah orang nabrak kucing, kendaraannya langsung dijual cepat dengan harapan tidak mengalami kesialan.

Dalam hal menjaga keamanan rumah dari rongrongan sang tikus, kucing juga sangat membantu agar tikus tifak sampai merajalela didalam rumah, kucing adalah muduh alami dari tikus, denger suara 'ngeong-nya' saja tikus udah lari terbirit-birit.

Satu ungkapan yang sering diiucaokan oleh orang bali yaitu kalau bertemu dengan anak kecil yang pepesan atau hidungnya selalu ada angka 11 (dihiasi ingus), atau kelihatan agak dekil atau kumal maka untuk membesarkan hati mereka akan disebutkan bahwa anak ini seperti anak kucing. Maksudnya adalah disaat masih kecil pepesan dan dekil tapi nanti kalau sudah dewasa akan berubah menjadi keren.

Daerah sejuk yang jadi incaran para investor di Bali

Ada yang bisa tebak daerah mana ini?

Peningkatan harga tanah yang berlipat telah menjadikan bali sebagai lahan bisnis yang menggiurkan bagi kalangan pengembang dan bisnis properti. Hampir setiap harinya berdatangan para pemodal sampai para makelar guna nyari informasi tentang tanah yang kemungkinan dijual. Makelar yang sudah kawakan sampai makelar dadakanpun ikutan mengambil peranan guna mendapatkan rezeki dadakan.

Disinilah iman para pemilik lahan sedang diuji, apa teteap bertahan menjadi petani dengan kehidupan yang sederhana ataukan akan melepaskan warisan nenek moyangnya guna mengikuti perkembangan jaman dan mengikuti gaya hidup zaman sekarang yang disetiap berkelebat butuh duit.

Sedikit demi sedikit lahan yang semula hijau berganti warna menjadi warna yang lain. Dan setiap perubahan tentu juga ada positif dan negatifnya. Tergantung penilaian masing-masing. Kalau Anda suka nya yang mana?

Larangan buat Paparazzi

Jaman sekarang hampir setiap orang sudah dilengkapi dengan sarana kamera, ada yang memang profesinya sebagai fotografer, ada yang memang hobbynya narsis, ada yang kebetulan di hapenya ada kamera sehingga latah ikutan jeprat-jepret, ada yang sengaja beli kamera saku hanya buat jaga-jaga kalau ada moment-moment tertentu yang perlu diabadikan biar tinggal jepret aja atau malah ada yang menganggap dirinya seorang paparazzi yang berburu foto-foto bagaikan seorang mata-mata.

Di Bali khususnya di dunia bebotoh yang suka ngadu ayam ada sebuah aturan/larangan/pantangan yang harusnya diketahui oleh orang yang suka jeprat-jepret ngambil gambar, kalau anda ngawur dan kemudian nge-jepret ayam aduan mereka, maka Anda akan kena damprat atau yang lebih parah lagi kemungkinan Anda harus ganti rugi , karena menurut keyakinan para pengadu ayam atau bebotoh ini adalah kalau ayam mereka difoto, kemungkinan besar kalau ayamnya diadu akan menderita/mengalami kekalahan. 

Percaya atau tidak  ini sudah menjadi kepercayaan secara umum dan orang yang sudah tahu aturannya tidak mungkin akan berani secara sengaja ( tidak sopan ) mengambil gambar dari ayam aduan.
Foto-foto berikut sengaja kami tampilkan karena saat itu kami belum tahu kalau ada aturan seperti itu dalam dunia bebotoh dan tentunya begitu ada suara klik dari kamera, saat itu juga kami kena damprat dari yang punya ayam. 

Semoga tidak ada lagi kawan-kawan yang nyusul kena damprat, dan aturan ini masih sangat baku untuk daerah Bali. Demikian sekilas Info tentang larangan ngambil foto di daerah Bali. Tapi kalau rindu dengan dampratan atau lihat mata yang mendelik atau ingin cari gara-gara ( resiko ditanggung sendiri ) , silahkan tekan tombol klik di kamera Anda. :))




-Ayam Aduan-

Refreshing untuk mengurangi stress.

Tuntutan hidup manusia jaman sekarang membuat orang-orang selalu sibuk mengejar materi, ada yang bekerja dengan banting tulang ada juga yang bekerja dengan memeras otak sampai stress. Bahkan beberapa orang sangat bangga mendapat julukan workaholic alias gila kerja gak kenal waktu, prinsipnya adalah time is money. Tidak ada waktu buat nyantai. Gak peduli siang malam , terang hujan , siang dan malam, selalu kejar-kejaran ngejar target agar bisa meningkatkan taraf kehidupan, biar yang miskin jadi ngepas, yang pas-pasan biar jadi cukup, yang cukup biar jadi kaya dan yang kaya biar jadi berkelimpahan kaya raya.

Sebagai manusia kita juga perlu menjaga agar seimbang antara kerja dengan refreshing, biar gak sampai mumet kepala cekot-cekot..hehe ntar keburu stress, stroke trus meninggalkan dunia yang indah ini. Refreshing diperlukan agar energi kita tetap stabil dan mengembalikan kesegaran tubuh, jiwa dan raga. Tentunya ada yang pake biaya mahal seperti maen golf ataupun refreshing di diskotik dan cafe hanya nambah bikin pusing. Yang paling santai dan murah meriah adalah main di alam yaitu main ke pantai atau maen ke puncak gunung.


Kalu maen di pantai kita akan ketemu dengan banyak orang yang lagi bersantai dan menikmati hidup, dan aura positif mereka akan sangat mungkin menular ke kita menjadikan diri kita juga menjadi gembira dan senang.


Melihat matahari tenggelam di ufuk barat membuat pikiran menjadi tenang dan sejuk.


Mandi di pancuran juga sangat bagus buat menyegarkan diri kita lahir dan batin, membuat kita kembali bisa berpikir dengan jernih.


Ataupun jalan-jalan menikmati suasana pegunungan, membuat kita bersyukur akan anugerah Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Pepohonan dan tumbuhan di hutan bisa menarik aura negatif kita sehingga kita kembali menjadi segar dan damai disamping tubuh juga akan jadi lebih sehat.
Beberapa orang mungkin sudah melakukan hal ini, Apakah Anda salah satunya? Mari bagikan pengalaman jalan-jalan Anda disini.

Gigi ompong tetap bisa menikmati jajan yang enak

Kalangan usia dini dan usia lanjut adalah penyandang tidak punya gigi alias gigi ompong terbesar di dunia. Kondisi ini menyebabkan beberapa makanan enak tidak bisa dimakan oleh mereka karena tekstur makanan yang agak keras seperti makan gorengan kripik dan kacang gorengan.

Namun demikian, beberapa makanan enak yang memiliki tekstur lembut merupakan pilihan yang sangat sesuai untuk yang ompong bahkan yang giginya masih utuh juga doyan banget dengan yang lembut-lembut. Salah satu makanan lembut yang enak yaitu jaja apem/kue apem.

Jaja apem ini bisa ditemukan di warung mang ery  di desa pancasari terutama di sore hari, biasanya baru matang langsung diserbu oleh warga desa hingga langsung ludes gak bersisa. Ketika saya lewat di warung yang jual jaja apem ketemu seorang kakek-kakek, dia langsung bilang ke saya dengan suara tegas, " Gigi ompong gak takut makan enak..., khan ada jaja apem" :))


Tangkil ke Sad Kahyangan Lempuyang Luhur

Salah satu Sad Kahyangan yang berlokasi di bagian timur pulau Bali adalah Pura Lempuyang Luhur. Pura ini berada tepat di puncak Gunung Lempuyang.


Dari tempat parkir kita tidak boleh membawa mobil naik ke atas tetapi boleh naik ojek ataupun jalan kaki sambil menikmati pemandangan alam yang masih alami menyegarkan sekalian menguji ketulusan dan niat yang mantap untuk menghaturkan sembah bakti ke hadapan Beliau yang melinggih di sana menurut keyakinan masyarakat Bali yang dipuja disana yaitu Ida Batara Empu Agenijaya dan Empu Manik Geni.



Apabila kita menggunakan jasa ojek usahakan untuk konsentrasi didalam perjalanan, jangan sampai lupa berpegangan erat-erat karena ojek disini sangat profesional dalam mengendarai kendaraan. Turunan dan tanjakan dilalui oleh ojek dengan kecepatan ngebut karena semakin cepat bisa nganter tamu, semakin cepat untuk nganter tamu berikutnya.



Foto diatas ini adalah puncak paling atas yang bisa dilalui oleh ojek karena setelah ini untuk menuju ke Pura Lempuyang luhur kita harus menapaki ribuan anak tangga guna sampai ke atas makanya kesiapan mental dan ketahanan fisik sebelum tangkil(datang untuk sembahyang ke pura ini) harus benar-benar disiapkan.


Seperti biasa kalau tangkil ke tempat suci ada beberapa pantangan, wanita haid, menyusui, anak yang belum tanggal gigi susunya atau memiliki keluarga yang baru saja meninggal tidak diperbolehkan tangkil. Selama perjalanan sampai ke tempat suci juga tidak boleh berkata kasar dan tidak boleh makan atau membawa daging babi.

Pemandangan alam saat nyampai di puncak sangatlah mendamaikan hati dan membuat kita semakin bersyukur akan Keagungan Tuhan dan Anugerah yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita semua.


Semoga seluruh jagat raya beserta seluruh makhluk ciptaan Tuhan mendapatkan apa yang dibutuhkannya, terpenuhi, dan berbahagia dalam keharmonisan hubungan antara Sang Maha Pencipta, Sesama manusia dan lingkungan. Astungkara.

Jaja Pisang Rai - Pisang Goreng Versi Rebus

Pernahkah Anda makan pisang goreng? Kalau belum pernah makan pisang goreng maka bisa dibilang Anda bukan orang Indonesia. Orang Indonesia doyan banget makan pisang goreng alias pisgor. Seandainya Anda main-main ke Bali dan menyempatkan diri pagi-pagi ke warung kopi atau pasar tradisional, maka Anda akan menemukan sebuah makanan yang sangat khas yang disebut jaja pisang rai. Jaja pisang rai ini adalah pisang yang dibalut dengan adonan tepung kemudian direbus, tidak seperti pisang goreng yang digoreng.


Direbus dalam air panas yang di isi pandan agar makanan ini menjadi lebih nikmat. Kalau sudah matang tinggal ditiriskan dengan sendok yang ada lunbang-lubangnya.


Jaja pisang rai dengan tampilan finalnya adalah seperti yang terlihat dalam foto. Kalau jajan ini dimasukkan ke dalam mulut akan terasa kenyal dan segar. Penyajian jaja pisang rai ini caranya dengan ditata diatas piring kemudian ditaburi parutan kelapa yang sudah dibersihkan setelah itu baru kemudian disiram dengan gula aren atau gula merah yang sudah dicairkan. Rasa dari pisang ini sangat mantap kalau pisangnya juga manis atau agak matang. Sekali mencoba biasanya akan menjadi ketagihan, apalagi kalau ditemani secangkir kopi atau teh, dijamin mak nyoss dech...

Ngintip Kecantikan Danau Buyan

 Gerimis hujan yang turun ragu-ragu membuat kaki yang semula pengen melangkah pergi seketika ngerem dan tertegun, bertanya dalam hati,"sampai kapan aku akan diberi kesempatan menikmati alam pancasari yang seperti sekarang ini? yang hijau menyegarkan dan sejuk menenangkan."
Kulemparkan pandangan ke danau buyan yang tenang dan bukit yang tegar mengonggok tidak begitu jauh di depan mata, ranting pohon yang bergoyang-goyang menari diterpa angin sore, semua sempurna.

Sepasang sapi yang lagi merumput di kandang melongo sambil terus mengunyah dengan asyiknya, gak peduli hatiku yang lagi galau. mmmooooo... emang gue pikirin? lenguh sang sapi. 


Pohon wortel  berkata," silahkan tanya sama rumput yang bergoyang..."
...dan Danau Buyan pun tersenyum.

Makanan burung sekarang menjadi makanan wisatawan mancanegara

Kalau sempat jalan-jalan ke Bedugul atau lewat sampai ke desa Wanagiri di atas desa Pancasari tentunya anda akan melihat yang bulat-bulat seperti di foto ini. Wisatawan yang berkunjung selalu mampu menghabiskan stok para pedagang yang jualan buah mungil ini.
Ini adalah buah markisa kalau dibilang sama orang denpasar tapi sama orang pancasari dibilang buah kerasi.
Buah ini diambil di pohon-pohon di hutan secara alami, gak ada yang nanem tapi tumbuh sendiri...itu dulunya sich soalnya sekarang udah ditanam dengan sengaja oleh petani yang sudah tahu prospeknya. Buah ini laku di pasaran dengan harga Rp 1.000,- (seribu rupiah) per butir, tapi kalau harga toris udah jelas beda pastinya ditawarin dengan harga yang lebih donk :)
Rasa buah ini kalau yang matang adalah manis dan menyegarkan terkadang ada masamnya dikit dan kalau makan banyak lebih dari 10 butir akan bisa membatalkan rasa lapar. Pengen ngerasain sensasi segar alami buah ini? ya silahkan datang aja ke Bedugul dan rasakan khasiatnya. Sekali coba pasti ketagihan.

Bunga gemitir di Bali

Bunga gemitir adalah salah satu bunga yang sangat sering dipakai sebagai sarana buat sembahyang di Bali. Kebutuhan akan bunga gemitir belakangan ini semakin berkembang populer dan semakin banyak pula masyarakat yang menanam bunga jenis ini secara khusus. 
Dahulu sebelum bunga ini dibudidayakan secara khusus biasanya bunga ini tumbuh sendiri di halaman dan begitu bunga ini tua, jatuh ke tanah, akan tumbuh lagi anaknya sehingga bunga ini tidak pernah punah. Demikian bunga ini tumbuh secara alami sepanjang yang saya tahu. Tetapi sekarang sudah muncul bunga gemitir jenis baru yang lebih besar dan bulat, kalau ditimbang kiloan juga lebih berat, inilah yang menjadikan petani dari nanem sayur beralih jadi nanem pohon bunga toh hasilnya juga lumayan dan bisa sambil cuci mata mandangin bunga yang tumbuh dengan segar dan cantik.

Disamping dipasok oleh pasar buat kebutuhan sembahyang, bunga ini juga dikirim ke hotel dan restoran serta ke bandar udara guna dipakai sebagai sarana menyambut tamu berupa rangkaian/karangan bunga/ kalung bunga. Bunga gemitir memang bukan bunga yang berkesan mewah seperti orchid, krisan atau lily tetapi bunga ini sangat lancar dari segi penggunaan.. gampang dibudidayakan dan selalu disambut oleh pasar dengan baik.

Berkebun bunga gemitir sambil menikmati keindahan alam membuat senyum petani semakin sumringah. Kalau pas ditomplok harga tinggi menjadikan pak tani makin semangat memelihara bunga gemitir. Biasanya pas menjelang hari raya harga seketika melonjak dan gemitirpun laris manis di pasaran.

Busung Gibung/ Busung Sulawesi

Mulai beberapa tahun yang lalu yang saya tidak tahu pastinya, masyarakat Bali yang biasa bikin hiasan dari daun kelapa /janur sedikit demi sedikit mulai menggunakan bahan yang lain yaitu busung gibung (sebutan orang bali). Katanya busung(janur) ini berasal dari sulawesi makanya sering juga disebut dengan busung sulawesi.

Warna asli dari busung gibung ini aslinya adalah agak krem kecoklatan tetapi ada juga yang dijual sudah dalam keadaan putih bersih, kemungkinan sudah diolah dengan proses tertentu. Malahan ada yang warna-warni seperti yang terlihat pada foto.

Busung gibung ini sangat bagus dipakai sebagai perlengkapan dalam upacara seperti dipakai untuk tamyang, sampeyan penjor, pudakan, dan bahkan untuk jejaitan secara umum.

Dengan keuletan dan naluri seni maka busung gibung bisa dipakai berkreasi tanpa batas. Banyak hasil karya yang bisa dihasilkan yang bisa dipakai hobby sekalian menghasilkan uang. Disepanjang jalan di Kapal biasanya dipajang berbagai hasil kerajinan dari busung gibung ini. Ibu-ibu juga sangat gemar majejaitan menggunakan busung jenis ini.

Selamat Buat Bapak Made Mangku Pastika dan Bapak I Ketut Sudikerta Telah ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018


 

 


Setelah lewat rapat pleno yang berjalan alot, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menetapkan pasangan Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta sebagai pemenang dalam pemilihan Gubernur Bali.

Berdasar rapat Pleno rekapitulasi suara perolehan Pilgub Bali yang dipimpin Ketua KPU Bali Ketut Lanang Perbawa, ditetapkan pasangan Pastika-Sudikerta (Pasti-Kerta) atau pasangan nomor urut 2 unggul dengan perolehan 1.063.734 suara.


"Ada selisih 996 suara," imbuh Lanang di Kantor KPU Bali Jalan Tjok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Minggu (26/5/2013).

Dengan hasil ini, pasangan PastiKerta yang diusung Partai Demokrat bersama koalisi delapan partai lainnya ditetapkan sebagai pemenang.


Sementara itu cuaca dari tadi pagi hujan agak lebat yang menandakan kabar baik bagi petani karena tanaman di kebun menjadi segar dan bisa tumbuh dengan baik menandakan kesuburan.

Cuaca yang menyegarkan ini membawa nuansa baru mengiringi langkah Bapak Made Mangku Pastika dan  Bapak I Ketut Sudikerta memulai menjalankan program Bali Mandara Jilid II. Semoga kedepannya Bali menjadi lebih baik dalam segala bidang kehidupan.


Keindahan Pantai di Buleleng Barat

Menikmati ketenangan pantai di Bali Barat yaitu di Kawasan Pura Segara Rupek sungguh mengesankan, dengan pasir putih yang masih alami dan jauh dari keramaian.



Pulau jawa dan daerah Banyuwangi kelihatan dari sisi sebelah sini, bermalam di pantai sambil bikin api unggun langsung bakar ikan hasil mancing sungguh mengasyikkan. Tidur beralaskan pasir putih sambil memandangi langit membuat pikiran jadi plong.

Makanan cepat saji

Secara kebetulan saya sempat berkenalan dengan orang jepang lewat jejaring sosial fb. Pada salah satu statusnya dia bilang lagi berangkat kerja mampir dulu ke Mc D buat  sarapan. Selanjutnya status itu mendapatkan banyak komentar, tetapi tanggapan yang menarik bagi saya adalah bahwa di tempatnya yaitu di Jepang kalau ada orang yang makan di tempat makanan cepat saji berarti itu orang miskin, sangat beda dengan di Bali atau di Indonesia dimana malah orang-orang yang banyak punya uang baru mejeng dan makan di gerai-gerai makanan cepat saji seperti ini. Hehe.. beda tempat beda persepsi.



Lain lagi ceritanya tetangga saya yang dibawain oleh-oleh sama temennya beberapa bungkus makanan cepat saji, tapi karena dia gak pernah makan dan tidak bisa menikmati makanan seperti itu akhirnya malah dibuang karena gak ada yang mau makan.


Tapi bagaimanapun juga kalau di Bali makan di tempat seperti ini memang punya kebanggaan tersendiri terutama bagi ABG yang lagi pacaran, kalau ditraktir buat makan apalagi dessertnya dikasi es krim ..pastinya langsung jeprat-jepret aplod foto ke fb biar seluruh dunia tahu kalau makannya di Mc D atau di KFC atau di Burger King atau di Pizza Hut..:))

Rujak kuah pindang

Kalau kita sempat jalan-jalan disiang hari dan melalui lalu lintas yang macet ditambah dengan terik matahari yang bikin keluar keringat bagaikan  mandi sauna akan sangat indah membayangkan tempat yang sejuk seperti desa pancasari, minuman air kelapa muda yang segar, bahkan makanan yang bisa mengurangi rasa kepala yang cekot-cekot , yang agak masam dan pedas rasa kuahnya yang khas, semua itu bisa didapat dalam sepiring rujak yaitu rujak kuah pindang.



Disaat kita sedang tenggelam menikmati rasa asam, manis , pedas, dan mangga yang gurih-kenyal seolah-olah tidak ingin diganggu pengen nge-aam dan ngeaaam lagi... semakin pedas semakin sensasional rasanya di lidah, segala kepenatan langsung kabur dan mata berbinar-binar berganti dengan bibir yang uhah-uhah menahan rasa pedas tapi asyik. Hatipun berucap," Terimakasih Rujak Kuah Pindang" .. dijawab oleh mulut, aduh lalahne... ( aduh pedasnya).. :))



Beberapa permainan (judi) sederhana rakyat Bali

Bali sering dikatakan orang sebagai singkatan dari Banyak Libur. Banyaknya hari libur di Bali disebabkan karena banyaknya hari raya yang dirayakan oleh umat hindu demikian pula acara adatnya yang sangat kental yang memungkinkan seseorang yang terikat dengan jam kerja sering mengambil jatah cutinya biar bisa libur.
Acara liburan salah satunya diisi dengan permainan yang sederhana.

Ada permainan yang namanya mong-mongan atau disebut juga main kocok/ main dadu, cara mainnya sangat gampang yaitu tinggal menebak jumlan lingkaran/lobang setelah dadu dikocok, saat dibuka kalau tebakan tepat maka pemasang menang.



Ada banyak permainan yang bisa dilakukan dengan kartu domino kalau di Bali ada istilahnya main Brerong, main Medam, main Dengkik, Main Ceblok Kyu, Mesundelan, dan permainan Ceblok Teter. Semuanya mengasyikkan dan biasanya permainan ini sangat digandrungi oleh anak muda Bali terutama anak-anak pedesaan.



Permainan yang tak kalah menarik yaitu permainan Bola Adil yang terkadang bikin latah seseorang jadi keluar, karena permainan ini bikin gregetan. Permainannya juga main tebak-tebakan saat bola digelindingkan kita tebak dimana bolanya akan diam. Yang benar menebak akan dapat reward 9 kali lipat dari taruhannya. Sungguh fantastis bukan? namun yang bikin orang pada gregetan adalah disaat bola sudah diam di satu nomer tiba-tiba bergerak lagi ke nomer lain, biasanya orang main permainan ini tidak bisa sepi..pasti heeeeboh :)


Pemainan dengan kartu remi yang paling ngetren yaitu main 41 ada juga yang main sam gong.

Permainan dengan kartu ceki yang paling umum dan banyak diminati orang dari kelas bawah sampai atas yaitu permainan ceki/meceki. Permainan ini dilakukan berlima mengelilingi sebuah meja dengan duduk bersila. Ada juga permainan cap beki/cap jeki yang merupakan permainan dengan banyak peserta dan banyak aturannya.


Permainan yang sudah agak jarang dimainkan tapi sederhana yaitu permainan metogtog dan metrui. Metogtog menggunakan uang logam yang didekap dengan tangan diatas sebuah batu/tatakan kemudian para pemasang menebak jumlah coin/uang logam yang ada dalam dekapan sang bandar.
Mtrui menggunakan sebuah piring dan dua buah bola dari keramik yang memiliki 6 sisi dengan nomer sama seperti dalam permainan dadu tetapi cara mainnya sama dengan main togtog yaitu dengan menebak jumlah titik yang keluar, dalam metogtog dan metrui ini ada sistem ngurat ( memasang di 2 sisi).