Showing posts with label Petani. Show all posts
Showing posts with label Petani. Show all posts

Cara membuat Stroberi berbuah lebat dan jumbo-jumbo

Pada suatu hari di musim pancaroba yaitu pergantian musim hujan ke musim kemarau saya sempat jalan-jalan ke kebun stroberi teman saya  untuk melihat bunga langka yang dia punya yang kebetulan dia tanam di kebun stroberinya.

Setelah ngobrol ngarol ngidul kemudian saya foto-foto bunganya lalu dia juga minta difoto tapi dengan latar belakang stroberi. Kamipun mencari latar yang bagus yang menunjukkan bahwa stroberinya subur dan berbuah lebat. Tetapi sebelum saya sempat ngambil foto dia minta waktu sebentar karena ada yang harus dia lakukan yaitu membuat stroberi yang menjadi latar belakang dia berpose menjadi tanaman stroberi yang tersubur dan terlebat dengan buah yang besar-besar. Maka saya pun tertegun dengan yang dia lakukan.


Dia petik beberapa buah stroberi yang agak-agak gede lengkap dengan tangkainya lalu diatur sedemikian rupa pada salah satu tanaman, disusun dengan rapi dan akhirnya.. jreng..jreeng.. menjadi sebuah tanaman stroberi dengan buah yang lebat dan siap dipakai latar belakang berpose dan bikin orang yang melihat menjadi terkagum-kagum.


Topi terbesar di Pancasari

Walaupun belum ada berita kalau topi ini masuk rekor Muri sebagai topi terbesar di dunia, tapi kami bisa pastikan kalau topi pak tani ini adalah topi yang terbesar di desa pancasari. 
Petani pancasari yang biasanya memakai sun block saat melakukan aktivitas di lahan pertanian bisa sedikit berhemat dengan inovasi terbaru dalam bidang topi petani ini karena mendapatkan jaminan kalau menggunakan topi ini dipastikan kulit tidak akan menjadi hitam tetapi akan tetap coklat sawo matang seperti apa adanya. 
Penemuan hebat ini berawal dari kekaguman tut ardi akan keahlian seorang kakek dalam membikin topi untuk para petani di daerah tabanan bali, mendadak muncul ide untuk memesan topi yang lebar selebar yang terlihat dalam foto. ternyata setelah dipakai memang nyaman banget dan tidak ada kekawatiran terpanggang sinar ultra violet, cuma repotnya kalau tertiup angin topi ini pengen terbang melulu. Dengan seutas tali rafia topi ini jadi lebih nempel di kepala.
Kalau ada yang pengen punya topi kayak gini, silahkan hubungi tut ardi. Harga cuma Rp 250 ribu saja. :)

Bunga gemitir di Bali

Bunga gemitir adalah salah satu bunga yang sangat sering dipakai sebagai sarana buat sembahyang di Bali. Kebutuhan akan bunga gemitir belakangan ini semakin berkembang populer dan semakin banyak pula masyarakat yang menanam bunga jenis ini secara khusus. 
Dahulu sebelum bunga ini dibudidayakan secara khusus biasanya bunga ini tumbuh sendiri di halaman dan begitu bunga ini tua, jatuh ke tanah, akan tumbuh lagi anaknya sehingga bunga ini tidak pernah punah. Demikian bunga ini tumbuh secara alami sepanjang yang saya tahu. Tetapi sekarang sudah muncul bunga gemitir jenis baru yang lebih besar dan bulat, kalau ditimbang kiloan juga lebih berat, inilah yang menjadikan petani dari nanem sayur beralih jadi nanem pohon bunga toh hasilnya juga lumayan dan bisa sambil cuci mata mandangin bunga yang tumbuh dengan segar dan cantik.

Disamping dipasok oleh pasar buat kebutuhan sembahyang, bunga ini juga dikirim ke hotel dan restoran serta ke bandar udara guna dipakai sebagai sarana menyambut tamu berupa rangkaian/karangan bunga/ kalung bunga. Bunga gemitir memang bukan bunga yang berkesan mewah seperti orchid, krisan atau lily tetapi bunga ini sangat lancar dari segi penggunaan.. gampang dibudidayakan dan selalu disambut oleh pasar dengan baik.

Berkebun bunga gemitir sambil menikmati keindahan alam membuat senyum petani semakin sumringah. Kalau pas ditomplok harga tinggi menjadikan pak tani makin semangat memelihara bunga gemitir. Biasanya pas menjelang hari raya harga seketika melonjak dan gemitirpun laris manis di pasaran.