Kalangan usia dini dan usia lanjut adalah penyandang tidak punya gigi alias gigi ompong terbesar di dunia. Kondisi ini menyebabkan beberapa makanan enak tidak bisa dimakan oleh mereka karena tekstur makanan yang agak keras seperti makan gorengan kripik dan kacang gorengan.
Namun demikian, beberapa makanan enak yang memiliki tekstur lembut merupakan pilihan yang sangat sesuai untuk yang ompong bahkan yang giginya masih utuh juga doyan banget dengan yang lembut-lembut. Salah satu makanan lembut yang enak yaitu jaja apem/kue apem.
Jaja apem ini bisa ditemukan di warung mang ery di desa pancasari terutama di sore hari, biasanya baru matang langsung diserbu oleh warga desa hingga langsung ludes gak bersisa. Ketika saya lewat di warung yang jual jaja apem ketemu seorang kakek-kakek, dia langsung bilang ke saya dengan suara tegas, " Gigi ompong gak takut makan enak..., khan ada jaja apem" :))
Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts
Jaja Pisang Rai - Pisang Goreng Versi Rebus
Pernahkah Anda makan pisang goreng? Kalau belum pernah makan pisang goreng maka bisa dibilang Anda bukan orang Indonesia. Orang Indonesia doyan banget makan pisang goreng alias pisgor. Seandainya Anda main-main ke Bali dan menyempatkan diri pagi-pagi ke warung kopi atau pasar tradisional, maka Anda akan menemukan sebuah makanan yang sangat khas yang disebut jaja pisang rai. Jaja pisang rai ini adalah pisang yang dibalut dengan adonan tepung kemudian direbus, tidak seperti pisang goreng yang digoreng.
Direbus dalam air panas yang di isi pandan agar makanan ini menjadi lebih nikmat. Kalau sudah matang tinggal ditiriskan dengan sendok yang ada lunbang-lubangnya.
Jaja pisang rai dengan tampilan finalnya adalah seperti yang terlihat dalam foto. Kalau jajan ini dimasukkan ke dalam mulut akan terasa kenyal dan segar. Penyajian jaja pisang rai ini caranya dengan ditata diatas piring kemudian ditaburi parutan kelapa yang sudah dibersihkan setelah itu baru kemudian disiram dengan gula aren atau gula merah yang sudah dicairkan. Rasa dari pisang ini sangat mantap kalau pisangnya juga manis atau agak matang. Sekali mencoba biasanya akan menjadi ketagihan, apalagi kalau ditemani secangkir kopi atau teh, dijamin mak nyoss dech...
Direbus dalam air panas yang di isi pandan agar makanan ini menjadi lebih nikmat. Kalau sudah matang tinggal ditiriskan dengan sendok yang ada lunbang-lubangnya.
Jaja pisang rai dengan tampilan finalnya adalah seperti yang terlihat dalam foto. Kalau jajan ini dimasukkan ke dalam mulut akan terasa kenyal dan segar. Penyajian jaja pisang rai ini caranya dengan ditata diatas piring kemudian ditaburi parutan kelapa yang sudah dibersihkan setelah itu baru kemudian disiram dengan gula aren atau gula merah yang sudah dicairkan. Rasa dari pisang ini sangat mantap kalau pisangnya juga manis atau agak matang. Sekali mencoba biasanya akan menjadi ketagihan, apalagi kalau ditemani secangkir kopi atau teh, dijamin mak nyoss dech...
Makanan cepat saji
Secara kebetulan saya sempat berkenalan dengan orang jepang lewat jejaring sosial fb. Pada salah satu statusnya dia bilang lagi berangkat kerja mampir dulu ke Mc D buat sarapan. Selanjutnya status itu mendapatkan banyak komentar, tetapi tanggapan yang menarik bagi saya adalah bahwa di tempatnya yaitu di Jepang kalau ada orang yang makan di tempat makanan cepat saji berarti itu orang miskin, sangat beda dengan di Bali atau di Indonesia dimana malah orang-orang yang banyak punya uang baru mejeng dan makan di gerai-gerai makanan cepat saji seperti ini. Hehe.. beda tempat beda persepsi.
Tapi bagaimanapun juga kalau di Bali makan di tempat seperti ini memang punya kebanggaan tersendiri terutama bagi ABG yang lagi pacaran, kalau ditraktir buat makan apalagi dessertnya dikasi es krim ..pastinya langsung jeprat-jepret aplod foto ke fb biar seluruh dunia tahu kalau makannya di Mc D atau di KFC atau di Burger King atau di Pizza Hut..:))
Lain lagi ceritanya tetangga saya yang dibawain oleh-oleh sama temennya beberapa bungkus makanan cepat saji, tapi karena dia gak pernah makan dan tidak bisa menikmati makanan seperti itu akhirnya malah dibuang karena gak ada yang mau makan.
Rujak kuah pindang
Kalau kita sempat jalan-jalan disiang hari dan melalui lalu lintas yang macet ditambah dengan terik matahari yang bikin keluar keringat bagaikan mandi sauna akan sangat indah membayangkan tempat yang sejuk seperti desa pancasari, minuman air kelapa muda yang segar, bahkan makanan yang bisa mengurangi rasa kepala yang cekot-cekot , yang agak masam dan pedas rasa kuahnya yang khas, semua itu bisa didapat dalam sepiring rujak yaitu rujak kuah pindang.
Disaat kita sedang tenggelam menikmati rasa asam, manis , pedas, dan mangga yang gurih-kenyal seolah-olah tidak ingin diganggu pengen nge-aam dan ngeaaam lagi... semakin pedas semakin sensasional rasanya di lidah, segala kepenatan langsung kabur dan mata berbinar-binar berganti dengan bibir yang uhah-uhah menahan rasa pedas tapi asyik. Hatipun berucap," Terimakasih Rujak Kuah Pindang" .. dijawab oleh mulut, aduh lalahne... ( aduh pedasnya).. :))
Jaja Penyon
Jajan ini dibuat dengan adonan warna-warni yang kemudian dibentuk sedemikian rupa kemudian digulung dengan satu tehnik tertentu baru kemudian diiris tipis-tipis selanjutnya dijemur hingga kering lalu kemudian digoreng.
Membikin jaja penyon ini memang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, yang saya tahu dari 200 orang ibu-ibu paling banyak 1 orang yang bisa dan mau membuat jajan jenis ini, yang lainnya lebih suka membeli yang sudah jadi biar lebih praktis. Bahkan beberapa keluarga sudah mulai meninggalkan metanding menggunakan jajan ini, diganti dengan krupuk melinjo yang gampang dicari di pasar.
Biasanya yang melakukan kegiatan bikin jajan ini adalah ibu-ibu walaupun di beberapa tempat generasi muda yang putri sudah mulai ikut belajar membuat jajan ini.
Saat membuat jajan ini perlu kesabaran dan keuletan terutama saat mengiris harus sangat berhati-hati agar irisan setipis mungkin tapi tidak merusak pola yang sudah dibentuk.
Kalau jajan ini sudah kering benar, maka bisa disimpan dalam kaleng atau dibungkus plastik agar tidak layu. Kapan mau digunakan tinggal digoreng saja. Apakah teman-teman pernah menikmati jaja penyon? atau apakah pernah bikin jajan jenis ini?
Minum kopi asyiknya ditemani jaja godoh
Musim hujan perlahan telah tergantikan oleh musim kemarau, angin dingin mulai terasa terutama disaat malam dan dipagi hari sebelum matahari terbit. Disaat-saat seperti itu keinginan minum kopi bagi yang doyan minum kopi hampir tidak tertahankan. Apalagi bagi yang hidup didaerah pegunungan yang pada hari biasa saja sudah kerasa dinginnya sekarang malah nambah dingin lagi. Suguhan segelas ataupun secangkir kopi di malam hari dan dipagi hari adalah kebahagiaan bagi masyarakat pancasari.
Minum kopi tanpa peneman kalau di desa diistilahkan 'kopi wanen' (kopi berani), disebut wanen atau berani karena kopi ini datangnya sendirian tanpa ada yang menemani. Kalau menyuguhkan kopi wanen kepada tamu, seringkali si tuan rumah merasa grogi dan langsung berbasa-basi," kanggoang kopine nak wanen" ( mohon dimaklumi kopinya terlalu berani-gak berteman-). Yang menjadi tamu akan menjawab ," meh ibu jeg repot-repot ngae kopi, men be kebekin gulane?"( waduh ibu ini sibuk banget pake bikin kopi,..apa sudah dikasi gula bu?).
Kadang ada juga tuan rumah yang agak jahil dia akan bilang ," Sing ada kopi kanggoang teh?!". Ucapan si Tuan rumah ini punya dua arti: arti yang pertama yaitu tidak ada kopi lho, kalau teh mau nggak?
arti yang kedua yaitu " Gak ada kopi . harap maklum ya.."
Kalau di Bali umumnya orang minum kopi dengan penemannya yaitu jajan khas bali ada jaja lukis, jaja pisang rai, jaja layah sampi, jaja pulung-pulung, jaja laklak dan masih banyak lagi. Satu peneman kopi yang paling dominan yaitu Jaja godoh alias pisang goreng. Jaja godoh bisa ditemui di warung-warung pada pagi hari atau bisa dibikin sendiri dengan gampang yang penting ada bahan-bahannya.
Cara bikin jaja godoh ( menyusul)
Rujak Wortel bikinan Memek
Sebagai daerah pertanian yang sejuk dan berketinggian 1200 dpl, desa pancasari menghasilkan berbagai komoditas pertanian dengan kualitas yang prima. Salah satu komoditas yang hampir tersedia setiap hari adalah wortel.
Wortel umumnya dipakai sebagai bahan untuk membuat soup dan juga sebagai menu peneman nasi lainnya. Namun lain lagi ceritanya kalau panas-panas kayak siang hari ini, memek gak mau tinggal diam menyaksikan wortel yang teronggok didapur.. dalam hitungan menit terciptalah rujak wortel ala memek. Rasanya maknyos dan sangat menyegarkan, bikin rasa kantuk menjadi buyar berganti menjadi perasaan segar dan semangat untuk menikmati siang hari yang terik ini.
Resep bikin rujak wortel.
Bahan: wortel, cuka, garam, terasi, cabai, gula pasir.
Caranya:
1. Wortel dikupas, dicuci lalu diparut dengan parutan yang lobangnya besar-besar
( di bali disebut dengan pengobedan/ di-gobed).
2. Tambahkan cuka, garam, terasi yang sudag dipanggang, cabai dan gula pasir sesuai selera.
3. Diaduk, dan siap digoyang.
Selamat Mencoba.
Catatan: Memek ( bahasa bali artinya Ibu).
Subscribe to:
Posts (Atom)










